Mudik 2026 : Pulang Kampung Tanpa Nambah Sampah!
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan selama perjalanan mudik Lebaran 2026. Melalui kampanye bertajuk “Mudik 2026: Pulang Kampung Tanpa Nambah Sampah!”, warga diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola sampah selama perjalanan.
Dalam materi kampanye yang disebarluaskan, DLH Kaltim menekankan pentingnya mengurangi potensi sampah sejak awal. Salah satu pesannya adalah agar masyarakat membeli makanan secukupnya untuk menghindari pemborosan. “Lapar boleh, kalap jangan,” menjadi slogan yang mengingatkan pemudik agar tidak menghasilkan sampah makanan berlebih.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menghabiskan makanan yang sudah dibeli. Langkah sederhana ini dinilai efektif dalam mengurangi limbah organik yang sering meningkat selama musim mudik dan libur Lebaran.
Kampanye ini juga menyoroti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Warga dianjurkan untuk membawa wadah makan dan botol minum sendiri sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Pesan “Plastik sekali pakai? Skip dulu” menjadi ajakan kuat untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik.
Tidak hanya itu, DLH Kaltim juga mengingatkan pentingnya memilah sampah selama perjalanan. Dengan memilah sampah, proses pengelolaan limbah dapat menjadi lebih mudah dan efisien, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan di sepanjang jalur mudik.
Melalui gerakan ini, diharapkan masyarakat di Kalimantan Timur dapat berkontribusi dalam menciptakan perjalanan mudik yang lebih bersih dan nyaman. Kampanye ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari kebiasaan kecil, bahkan saat bepergian.
Dengan semangat “Asyik, Bersih, Happy!”, DLH Kaltim berharap tradisi mudik tidak hanya menjadi momen silaturahmi, tetapi juga ajang untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.
Komentar